Kelebihan Menggunakan Internal Linking Dan Cara Menggunakannya

Kelebihan Internal Linking, dan bagaimana cara menggunakannya
Ilustrasi.

Mad Trik - Internal Linking atau bisa disebut tautan dalam itu sangat berguna dan jika digunakan dengan benar pada blog kamu mungkin kedepannya akan mendapatkan beberapa kelebihan dari menggunakan metode ini. Saya sendiri juga sudah berusaha untuk menggunakan internal linking ini pada setiap artikel yang saya buat jika memang masih dalam satu kategori atau masih dalam satu pembahasan.

Internal linking dapat menghubungkan satu konten ke konten lainnya dalam satu situs atau blog yang sama.

Alasan mengapa internal linking ini sangat dianjurkan untuk kamu gunakan di blog kamu adalah, untuk meningkatkan UX atau "User Experience (Pengalaman pengguna)" dan membantu Google dan mesin pencari lainnya untuk memahami konten yang kamu buat dan lain sebagainya.

Manfaat Internal Linking 

Ada beberapa alasan yang membuat internal lingking itu menjadi sangat penting, dan mengapa kamu harus melakukannya di blog kamu. Beberapa daftar dibawah saya ambil dari beberapa situs yang saya baca, dan inilah beberapa manfaat itu:

1. Dapat mengurangi Bounce Rate

Ya, salah satu mengapa internal linking itu sangat penting adalah dapat menguragi tingkat pantulan atau bounce rate yang di blog kamu.

Bounce rate atau tingkat pantulan adalah jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman atau satu konten saja dan kemudian pergi begitu saja. Contohnya jika blog kamu mempunyai tingkat bouce rate sebesar 70% maka 70 dari 100 pengunjung yang memasuki blog kamu hanya melihat satu konten saja dan kemudian pergi, tanpa melihat konten-konten lainnya yang ada di blog kamu.

Bounce rate ini adalah salah satu faktor paling penting untuk meningkatkan ranking blog kamu. Jika kamu bisa menggunakan internal linking ini dengan benar maka pengunjung pun akan semakin betah berlama-lama di blog kamu.

Maka jika semakin rendah bounce rate blog kamu semakin banyak pula tingkat PV atau pageview dan juga bisa meningkatkan durasi rata-rata di setiap kunjungan.

2. Page View semakin banyak

Seperti yang sudah saya bilang pada poin nomor satu tadi. Dengan menggunakan internal lingking untuk mengarahkan pengunjung ke halaman-halaman lain, maka secara tidak sengaja PV yang ada di blog kamu pun semakin meningkat

Selain internal linking juga, widget artikel terkait atau related post juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Asalkan tidak menganggu pengunjung karena terlalu banyak internal linking.

3. Membangkitkan lagi artikel lama

Di setiap situs maupun blog pasti akan muncul artikel baru setiap harinya. Nah, inilah salah satu manfaat internal linking itu, artikel-artikel yang sudah pernah kamu buat beberapa minggu, bulan, bahkan tahun bisa kamu "bangkitkan" lagi dengan menggunakan internal linking.

Artikel-artikel lama biasanya sudah terkubur dalam halaman kedua atau mungkin lebih di mesin pencari, dimana dihalaman-halaman tersebut mungkin hanya beberapa orang saja yang membukanya. Bahkan ada joke atau candaan mengenai halaman kedua pada hasil pencarian Google.

"Kamu bisa menyembunyikan mayat tanpa diketahui siapa pun di halaman kedua Google"

Ya, agak ngeri juga sih tapi ada benarnya juga kan ?

4. SEO blog kamu akan meningkat

Internal linking ini juga dapat membantu perayapan blog kamu oleh spider mesin pencari lebih cepat dan juga lebih mudah. Membuat internal linking ke halaman yang masih satu pembahasan dan dengan kata kunci anchor text yang tepat atau relavan, akan sangat berguna untuk meningkatkan SEO blog kamu.

Bagaimana cara menggunakan Internal Linking yang benar

Dan ada beberapa cara untuk menggunakan internal linking ini dengan banar tidak asal menautkan tautan konten yang satu ke lainnya begitu saja, ada aturan tersendiri untuk hal ini. Dan ini beberapa cara memasang internal linking dengan benar menurut beberapa situs yang saya baca:

1. Jangan berlebihan

Nomor satu dan yang paling penting 'Jangan Berlebihan'. Memasang internal linking itu ya jangan berlebihan, yang sewajarnya sajalah, hanya tautkan tautan konten kamu ke konten yang benar-benar membahas hal yang sama.

Dan jika berlebihan akan berdampak buruk juga pada blog kamu. Salah satunya bisa berdampak buruk pada para pengunjung blog kamu yang terganggu dengan banyak tautan yang kamu buat. Dan seberapa banyaknya internal linking ini juga tergantung dari berapa panjangnya artikel yang kamu buat dan pastinya buat sewajar mungkin.

2. Memilih teks jangkar yang tepat

Gunakanlah anchor text atau teks jangkar yang tepat untuk setiap internal linking yang kamu buat. Aturan nomor satunya adalah jangan membuat teks jangkar yang hanya bertuliskan "Disini" atau "Klik Disini". Gunakanlah teks jangkar senatural mungkin.

3. Pastikan punya banyak artikel

Menggunakan internal linking tidak akan ada gunanya jika blog kamu masih miskin konten atau artikel. Jadi intinya semakin banyak konten yang ada di blog kamu semakin banyak pula nantinya internal linking yang bisa kamu buat.

4. Lakukan dengan teratur

Jangan bosan untuk melakukan. Biasanya jika melakukan hal secara terus-menerus kamu akan cepat bosan, dan saran saya adalah jangan pernah bosan melakukan hal ini, kan in demi blog kita juga kan ?

Intinya

Jadi intinya adalah internal linking ini sangat penting untuk blog kamu, biasakanlah untuk menggunakannya setiap kali kamu membuat artikel baru. Widget seperti artikel terkait, artikel populer, artikel terbaru mungkin saja tidak cukup untuk meningkatkan beberapa hal yang saya sebut diatas tadi.

Jadi sering-seringlah melakukan internal linking.

Gambar: Pixabay

1 comment

Perlu diingat saya juga manusia, yang kadang punya salah, jika ada kesalahan pada artikel yang dibuat kamu bisa membantu saya untuk memperbaiki artikel tersebut. Dan kadang saya juga tidak bisa manjawab pertanyaan kamu.